Aneka Biskuit untuk Bayi

No Comment - Post a comment


▼UNTUK 9-12 BULAN

♣ Biskuit Lembut

Bahan:
350 gr buah pir, diblender
600 gr tepung terigu
300 gr mentega, cairkan
250 gr susu formula lanjutan
1 btr telur, kocok tegang (dimikser)
1/2 sdt vanili
2 btr kuning telur untuk olesan

Cara Membuat:
1. Satukan pir, telur yang sudah dikocok, tepung terigu, mentega, susu dan vanili. Aduk sampai menjadi adonan yang dapat dibentuk.
2. Tata adonan di loyang dan olesi dengan kuning telur. Panggang dalam oven panas bersuhu 160 derajat selama 15 menit atau hingga matang. Setelah dingin masukkan dalam toples. Untuk 750 gr



♣ Biskuit Wortel

Bahan:
200 gr mentega
250 gr apel, haluskan
250 gr susu bubuk formula lanjutan
4 btr telur
250 gr wortel, parut
450 gr tepung terigu

Cara Membuat:
1. Kocok mentega dengan mikser hingga memutih. Tambahkan apel, telur, dan wortel. Aduk hingga rata.
2. Campurkan tepung terigu dan susu bubuk formula lanjutan, aduk hingga rata.
3. Masukkan campuran tepung terigu tadi sedikit demi sedikit ke dalam kocokan mentega, aduk rata.
4. Ambil sesendok demi sesendok dan pipihkan. Tata di loyang datar yang telah dioles margarin.
5. Panggang di dalam oven yang sudah dipanaskan terlebih dulu, selama 20 menit atau hingga kuning kecokelatan. Untuk 750 gram


UNTUK BALITA

♣ Biskuit Almond Keju

Bahan:
175 gr mentega
2 btr telur
100 gr almond panggang, cincang
225 gr tepung terigu
1/2 sdt baking powder
125 gr keju parut
1/2 sdt garam

Cara Membuat:
1. Kocok mentega dengan mikser hingga lembut. Masukkan telur satu per satu.
2. Campur tepung terigu dengan baking powder, aduk rata.
3. Masukkan campuran terigu tadi ke dalam kocokan mentega sedikit demi sedikit. Masukkan almond, keju dan garam. Aduk rata.
4. Ambil adonan sesendok demi sesendok dan tata di loyang datar yang telah dioles margarin.
5. Panggang selama 20 menit atau hingga matang berwarna kecokelatan. Untuk 450 gram



♣ Biskuit Cokelat Putih Chips

Bahan:
200 gr tepung terigu
5 sdm susu bubuk
2 sdm cokelat bubuk
1 sdt baking powder
175 gr mentega
150 gr gula palem
3 btr telur
100 gr kelapa kering, siap pakai
200 cokelat putih chips, siap pakai

Cara Membuat:
1. Kocok mentega dengan mikser hingga lembut. Tambahkan telur satu demi satu, aduk hingga rata.
2. Campur tepung terigu, cokelat bubuk, baking powder, dan susu bubuk. Aduk hingga rata.
3. Masukkan campuran tepung terigu tadi ke dalam kocokan mentega dan aduk hingga rata. Tambahkan kelapa kering dan cokelat putih chips. Aduk rata.
4. Ambil sesendok demi sesendok adonan dan tata di loyang yang telah dioles dengan margarin.
5. Panggang selama 30 menit atau hingga matang.
Untuk 500 gram


@Sumber: tabloid Nakita

 

Kaki Ayam dan Khasiatnya

1 comments - Post a comment

KOLAGENNYA BISA JADI OBAT

Orang Indonesia boleh dibilang kenyang makan ceker ayam atau kaki ayam. Bayangkan, sejak kita boleh mencicipi nasi tim, kaki ayam sudah jadi hidangan favorit kita sehari-hari. Setelah kita belajar jalan, makin rajin orangtua kita memasok kaki ayam pada sajian nasi timnya. Konon, kaki bayi bisa bertambah kuat kalau anak sering diberi kaki ayam. Sebagian pakar sering protes dengan pendapat ini. Alasannya, bagian ayam yang bergizi tentulah dagingnya. Sementara kaki ayam, jelas-jelas tanpa daging. Kalaupun ada bagian kulitnya yang agak tebal, pasti tidak ikut dimakan si bayi.

Menanggapi pendapat mereka, para orang tua tidak serta-merta mundur. Kaki ayam tetap saja diikutsertakan dalam membuat nasi tim bagi bayi-bayi mereka. "Ya, sudahlah kalau tidak ada gizinya, paling tidak kita bisa memanfaatkan rasa gurihnya. Toh, dulu-dulu juga kita bisa sehat begini, kan, antara lain karena kaki ayam," kata para ibu yang jelas-jelas emoh meninggalkan kebiasaan yang sudah turun-temurun itu.

Kaki ayam memang memberi rasa gurih. Hingga orang dewasa pun banyak yang hobi makan kaki ayam. Entah kaki ayam yang dimasak ala dimsum atau kaki ayam yang dijadikan keripik bergengsi yang harganya luar biasa melambung itu. Sebetulnya, betulkah kaki ayam sama sekali tidak bermanfaat, atau betulkah kaki ayam bisa menguatkan kaki dan otot bayi hingga lebih cepat berdiri kokoh dan berjalan? Mari kita lihat apa saja yang terkandung dalam kaki ayam itu.

Di dalam kaki ayam terdapat kulit, otot, tulang, dan kolagen. Kolagen adalah sejenis protein jaringan ikat yang liat dan bening kekuning-kuningan. Kalau kena panas, kolagen akan mencair menjadi cairanyang agak kental seperti lem. Nah, susunan utama pada ceker ayam adalah asam amino, yakni komponen dasar protein. Di dalam asam amino itu antara lain terdapat glisin-prolin, hidroksiprolin-agrinin-glisin. Kaki ayam juga mengandung zat kapur dan sejumlah mineral. Dengan begitu memang masuk akal juga kalau orang tua kita tetap bertahan untuk menyuguhkan kaki ayam bagi anak-anaknya. Sebab, jenis asam amino prolin danhidroksiprolin serta zat kapur jelas-jelas dibutuhkan dalam pertumbuhan anak. Betul memang kaki ayam tidak berdaging, tetapi seperti diuraikan diatas, saat kena panas, kolagen yang terkandung dalam kaki ayam segera mengalir dan bergabung di dalam nasi tim kita. Nah, kolagen inilah yangkita manfaatkan, bukan dagingnya.

Memang untuk mendapatkan gizi yangcukup anak tidak hanya perlu mendapat kaki ayam, tetapi juga tentu dagingnya. Tetapi kebiasaan memberi anak makan kaki ayam, tetap tidak perlu ditinggalkan.

TAK CUMA PERTUMBUHAN ANAK
Fungsi kolagen, tak cuma untuk pertumbuhan anak, lo. Orang yangmenderita rematik pun, amat dianjurkan sering-sering makan kaki ayam. Kenapa begitu? Karena protein kolagen ayam memiliki antigen yangbersifat imunogenik. Ceritanya, di dalam tubuh kita terdapat dua macam antigen. Yakni antigen asing dan antigen diri. Setiap antigen bisa bersifat antigenik dan imunogenik. Antigen yang antigenik dapat berikatan dengan antibodi, meski tidak bisa merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap antigen. Sementara antigen yang imunogenik juga mampu berikatan dengan antibodi spesifik, tetapi juga mampu menghasilkan antibodi spesifik terhadap antigen.

Nah, antibodi terhadap antigen inilah yang perlu dirangsang bagipenderita rematik. Tentu hubungan sang antigen tadi dengan penyakit rematik punya uraian ilmiah yang panjang sekali, yang agak sulit kita pahami sebagai orang awam. Yang jelas, makan kaki ayam secara rutin mulai dianjurkan bagi penderita rematik

CARA MENGOLAH
Betapapun hebatnya peran si kaki ayam, tentu kalau cuma ditim atau direbus belaka, Anda enggan menyantapnya, kan? Apalagi kalau dihidangkan setiap hari. Begitu juga dengan nasi tim si kecil. Jangan coba-coba cuma menghadirkan nasi tim dengan kaki ayam yang itu-itu saja dari hari kehari. Bisa-bisa si kecil kelak tidak doyan makanan lainnya. Atau malah tidak mau makan. Seperti nasi tim yang bisa kita buat variatif dengan menambahkan bahan lain secara berganti-ganti, kaki ayam untuk pengobatan ini pun bisa kita olah jadi hidangan lezat yang variatif. Yang jelas, olahlah kaki ayam dengan cara direbus atau ditim, bukan digoreng. Kaki ayam yang digoreng sudah rusak struktur protein kolagennya akibat suhu yang tinggi. Perebusan dan pengetiman tidak lebih dari 100 derajat Celsius hingga dijamin tidak merusak protein si kaki ayam. Meski cuma boleh direbus dan ditim, sebetulnya kaki ayam bisa dibuat menjadi berbagai jenis hidangan.

@Sumber: sedap-sekejap

 

Aneka Pure

No Comment - Post a comment

*PURE BUAH CAMPUR (untuk bayi 6-8 bulan)

Bahan:
* 50 gr apel manalagi, kupas, iris dadu kecil
* 50 gr pir hijau, kupas, iris dadu kecil
* 50 gr pepaya matang, iris dadu kecil
* 50 cc air jeruk manis
* 2 sdm susu formula lanjutan
* 200 cc air hangat


Cara membuat:
- Didihkan air, masukkan apel, pir, dan pepaya. Rebus selama 5 menit. Angkat.
- Masukkan air jeruk dan susu formula lanjutan. Aduk rata.
Setelah agak dingin, masukkan ke dalam blender. Haluskan hingga lembut.
- Sajikan untuk bayi Anda segera atau simpan dalam lemari es. Jika akan diberikan kepada bayi, rendam pure buah berikut wadahnya dalam air panas.

Untuk 2 porsi

Nilai gizi per porsi:
Energi: 93 Kal
Protein: 2,3 gr
Lemak: 1,2 gr
Karbohidrat: 19,9 gr
*PURE SARI LAUT (untuk bayi 7-9 bulan)
Bahan:
* 50 gr fillet kakap merah
* 1 sdm air jeruk nipis
* 1/2 sdt jahe parut
* 50 gr tahu sutera, iris dadu kecil
* 50 gr wortel, kupas, iris dadu kecil
* 50 gr kembang kol, cincang kasar
* 1 buah kentang, kupas, bersihkan, iris dadu kecil
* 250 cc air
Cara membuat:
- Lumuri ikan kakap merah dengan jeruk nipis dan jahe, diamkan selama 3 menit. Cuci dengan air mengalir.
- Rebus air hingga mendidih, masukkan kentang. Setelah lunak, masukkan ikan, wortel, dan kembang kol, terakhir masukkan tahu. Rebus selama 2 menit. Angkat dan dinginkan.
- Masukkan ke dalam blender dan haluskan hingga lembut.
- Sajikan untuk bayi Anda segera atau simpan dalam lemari es. Jika akan diberikan, hangatkan dengan cara merendamnya beserta wadah dalam air panas, jangan dimasak lagi.
Untuk 2 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 83 Kal
Protein: 8,4 gr
Lemak: 1,4 gr
Karbohidrat: 10,2 gr
*PURE LABU KUNING*
Bahan:
* 100 gr labu kuning, kupas, iris dadu
* 50 gr daging ayam, buang lemak, cuci, iris dadu kecil
* 50 gr tempe, iris dadu kecil
* 50 gr bayam, iris halus
* 1 sdm keju parut
* 1 sdm susu formula lanjutan
* 300 cc air matang
Cara membuat:
- Rebus air hingga mendidih. Masukkan labu kuning, ayam, dan tempe.
- Setelah matang, masukkan bayam, rebus selama 3 menit. Angkat dan masukkan keju serta susu formula lanjutan, aduk rata.
- Setelah dingin masukkan ke dalam blender, haluskan hingga lembut.
- Sajikan untuk bayi Anda segera atau simpan dalam lemari es. Hangatkan dengan cara merendam pure beserta wadahnya dalam air panas.
Untuk 3 porsi

Nilai gizi per porsi:
Energi: 83 Kal
Protein: 8,6 gr
Lemak: 2,2 gr
Karbohidrat: 8 gr
*Sumber: Tabloid Nakita

 

Resep Makanan Bayi

1 comments - Post a comment

* Bila ASI berkurang dapat diberikan PASI.
** Makanan keluarga yang lembek, mudah dicerna dan tidak pedas.
*** Makanan kecil berupa biskuit, bubur kacang hijau dan lain-lain.

Cara Pembuatan makanan bayi
Air jeruk
B a h a n : 1 buah jeruk garut atau jeruk siam, + (100 gr).
Cara membuat : Jeruk dicuci bersih dan dipotong melintang lalu diperas dan disaring.
Cara pemberian : Untuk pertama kali air jeruk tersebut diencerkan dengan air putih masak dengan perbandingan 1 : 1 dan diberikan sebanyak 1 sdt. Pemberian ini ditambah dari hari ke hari sampai dapat menghabiskan 1 buah jeruk, maka selanjutnya tidak perlu diencerkan lagi. Bila rasanya asam, dapat ditambah gula dalam bentuk sirup secukupnya.

Air tomat
B a h a n : 1 buah tomat (+ 60 gr)
Cara membuat : Tomat dicuci bersih masukkan ke dalam panci yang berisi air panas lalu panci ditutup dan biarkan 3 - 5 menit angkat tomat dari air panas, kupas kulit arinya lalu disaring. Air tomat yang didapat + 6 sdm (50 cc)
Cara pemberian : Untuk pertama kali air tomat diencerkan dengan air putih masak dengan perbandingan 1 : 1 dan diberikan sebanyak 1 sdt. Pemberian ini dari hari ke hari ditambah sampai dapat menghabiskan 1 buah tomat, maka selanjutnya tidak usah diencerkan lagi. Bila rasanya asam, dapat ditambah gula dalam bentuk sirup secukupnya.

Pepaya saring
B a h a n : 1 potong pepaya masak dengan berat + 100 gr
Cara membuat : Pepaya dicuci bersih dan dikupas, buang biji dan bagian yang keras pepaya dipotong-potong atau dihaluskan lalu disaring. Pepaya halus yang didapat + 9 sdm.
Cara pemberian : Untuk pertama kali diberikan 1 sdt, hari-hari selanjutnya ditambah sampai dapat menghabiskan 1 ptg pepaya.

Pisang ambon
B a h a n : 1 buah pisang ambon.
Cara membuat : Pisang dicuci bersih lalu dikupas.
Pisang dikerik halus dan dimasukkan ke dalam cangkir.
Pisang yang telah dikerik sebaiknya dicampur dengan air jeruk/air tomat.
Cara pemberian : Untuk pertama kali diberikan sebanyak 1 sdt. hari-hari selanjutnya ditambah sehingga dapat menghabiskan 1 atau 2 pisang.

Bubur susu
B a h a n : 150 cc susu (3/4 gls)
50 cc air putih (1/4 gls)
10 gr gula putih (1 sdm)
20 gr tepung beras (2 sdm)
garam sedikit, menurut selera.
Cara membuat : Susu didihkan.
Tepung beras diencerkan dengan air 50 cc dan dimasukkan ke dalam susu yang telah mendidih sampai masak, masukkan gula pasir ke dalam bubur tersebut dan ditambah garam kemudian angkat.

Tim saring
B a h a n : 20 gr beras (2 sdm)
10 gr kacang hijau (1 sdm)
25 gr hati ayam (1 ptg)
atau hati sapi, daging cincang atau daging ikan, atau 1 btr telor ayam
10 gr daun bayam (1 genggam)
20 gr tomat (1 bh sdg)
20 gr wortel (1 ptg sdg)
Cara membuat : Beras dan kacang hijau yang telah direndam semalam dicuci lalu ditim dengan 150 cc (3/4 gls) air. Bila sudah 1/2 masak, masukkan hati dan wortel ke dalamnya, biarkan sebentar sampai hati atau penggantinya agak lunak.
Kemudian masukkan bayam, tomat dan garam. Tunggu sampai masak, angkat lalu saring dengan saringan.

Arti Singkatan :
gr : gram
bh : buah
sdg : sedang
gls : gelas
ptg : potong
bj : biji
sdm : sendok makan
bsr : besar
sdt : sendok teh
kcl : kecil

kiriman: Ny. Anita - Surabaya

 

Makanan Bayi

No Comment - Post a comment

Terlambat mengenal makanan padat bisa sebabkan anak sulit makan.

Usai pemberian ASI eksklusif di usia 6 bulan, bayi mesti dikenalkan dengan makanan pendamping ASI. Contohnya bubur susu, bubur saring, dan nasi tim. Mengapa di usia 6 bulan? Mulai usia ini kapasitas pencernaan, enzim pencernaan, dan kemampuan metabolisme bayi sudah siap untuk menerima makanan lain selain ASI. Ini adalah hasil penelitian terbaru setelah sebelumnya ditetapkan ASI eksklusif hanya sampai usia 4 bulan.

Pengenalan tekstur dan rasa sejak dini bertujuan agar bayi memiliki memori yang memudahkan dia mengonsumsi aneka bahan makanan bergizi. Misalnya anak yang sedari bayi kenal sayuran, umumnya sampai besar akan suka sayuran. Kesulitan pemberian makan pun lebih jarang terjadi karena anak sudah terbiasa dengan beragam bahan makanan sejak dini.

Pemberian makan secara teratur pun di sisi lain membentuk kebiasaan yang berkaitan dengan disiplin. Ia jadi tahu kapan waktunya minum susu, makan bubur, makan buah, dan lainnya. Disiplin ini penting untuk pertumbuhan fisik dan pembentukan pola hidupnya kelak.

Lantas, kapan kita memberikan makanan dan minuman kepada bayi? Inilah perinciannya:

USIA 6-7 BULAN

Makanan/minuman tambahan dikenalkan secara bertahap mengingat mekanisme menelan dan mencerna bayi usia 6-7 bulan masih lemah. Mulailah dengan makanan yang lunak dan cair seperti bubur susu untuk membiasakan alat cerna bayi lebih siap menerima, mencerna, dan menyerap makanan pada waktu-waktu tertentu. Untuk yang pertama, berikan dalam jumlah sedikit dulu dalam bentuk encer. Lalu secara bertahap kentalkan dan tambah jumlahnya. Yang juga perlu diperhatikan, gunakan hanya satu bahan makanan utama saja setiap kali memasak agar bayi terbiasa dengan rasa dan teksturnya, dan bila terjadi alergi akan mudah menelusuri sumbernya.

* Pukul 6.00-7.00 atau sesaat setelah bangun tidur

Sebelum atau sesudah bayi mandi, kita bisa memberikan ASI/susu formula. Di usia ini, kebutuhan minum susu formula umumnya 185 sampai 220 cc

tiap kali minum atau sekenyangnya bila ibu tetap memberikan ASI. Selanjutnya, susu bisa diberikan di sela-sela makan bubur susu atau buah, sehingga dalam sehari bayi bisa minum sampai 5 kali.

* Pukul 9.00

Berikan bubur susu. Bila ingin praktis, kita bisa menggunakan bubur susu kemasan untuk usia 4-6 bulan. Namun bila ingin membuatnya sendiri, gunakan bahan dari tepung serealia bebas gluten (karena tidak semua bayi mampu mencerna protein yang disebut gluten ini) seperti beras, beras merah, maizena, kacang hijau, dengan ditambah susu (ASI atau pengganti ASI) dan sedikit gula.

* Pukul 11.00 ­12.00

Berikan makanan yang segar-segar berupa buah yang merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat. Buah-buahan yang cocok diberikan untuk bayi usia ini adalah jeruk, pepaya, pisang, dan tomat. Penyajiannya bisa berupa jus yang dicampur susu, atau untuk pisang bisa juga dikerok langsung dan disuapkan ke bayi. Khusus tomat, sebelum diberikan rebuslah dulu dalam air mendidih yang sudah diangkat dari kompor. Ini supaya rasa tomatnya tidak terlalu tajam selain juga sarinya akan lebih banyak keluar. Tomat juga sebaiknya tidak diblender karena bayi tidak tahan bau "listrik" yang tertinggal di tomat. Kemudian kupas kulitnya dan lumatkan lalu saring.

Pilihlah buah yang baik mutunya, rasanya manis, tidak asam, tidak bergetah karena dapat menimbulkan diare, dan aromanya tidak menusuk. Oleh karena itu, untuk pengenalan awal jangan pilih buah mangga, sawo, dan nanas, apalagi nangka dan durian. Jangan lupa juga, perhatikan reaksi bayi setelah memakannya. Bila timbul mencret, mungkin bayi tidak cocok dan kita harus menggantinya dengan buah yang lain. Sebaiknya, kita tidak menambah gula pada buah-buahan ini karena tujuannya adalah memperkenalkan rasa alami.

* Pukul 14.00

Kita bisa memberikan bubur susu lagi di siang harinya. Pilihan ini kita lakukan karena umumnya bayi perlu makanan yang mengenyangkan seperti bubur susu.

* Pukul 17.00

Di sore hari mungkin bayi akan merasa lapar lagi, kita bisa memberinya biskuit yang sudah dilunakkan dengan susu. Namun, bila ingin memberinya buah, silakan saja.

* Pukul 18.00 ­ tidur malam

Sebaiknya, di malam hari kita tidak memberikan makanan yang berat-berat, cukup ASI atau susu formula 185-220 cc. Selain akan meringankan kerja pencernaan bayi sehingga dapat tidur lebih nyenyak, penyajiannya pun lebih cepat sehingga bayi tidak terlanjur rewel.

USIA USIA 8-9 BULAN

Selanjutnya di usia 8 bulan dan seterusnya, secara bertahap kita perkenalkan makanan yang lebih padat.

* Pukul 6.00-7.00 atau sesaat setelah bangun tidur

Tetap berikan ASI sepuasnya atau susu formula sebanyak 200 ­ 220 cc setiap kali minum. Selanjutnya berikan susu di sela-sela pemberian makanan pendamping ASI sehingga dalam sehari bisa mencapai 4 kali.

* Pukul 09.00

Tetap berikan bubur susu (berbahan buah atau tepung) tetapi porsinya ditambah menyesuaikan keinginan bayi.

* Pukul 11.00 ­ 12.00

Buah diganti dengan bubur saring. Di usia ini buah diberikan di sela-sela pemberian makanan tambahan, apakah pagi ke siang atau siang ke sore. Bubur saring bisa dibuat sendiri dari beras, makaroni, kentang, kacang hijau, atau roti. Hal ini bisa menjadi ajang perkenalan bayi terhadap makanan lain di luar bubur susu. Cara membuatnya sama seperti membuat bubur nasi. Namun, penggunaan garam tidak dianjurkan untuk makanan bayi dan ketika diberikan harus disaring dahulu.

Selain karbohidrat, bubur saring juga sebaiknya mengandung protein. Campurkan bahan-bahan seperti hati ayam, daging ayam, ayam, dan ikan yang dihaluskan bersama bahan bubur. Khusus untuk ikan, pilihlah yang dagingnya aman, seperti kakap, tenggiri, gindara, atau salmon yang tidak banyak memiliki tulang halus. Tambahkan pula sumber protein nabati seperti tempe atau tahu yang dihaluskan.

Jika kesemua bahan tadi tidak menimbulkan reaksi alergi, menjelang usia 12 bulan, makanan bayi boleh dicampur telur. Awalnya, berikan putihnya dulu, karena biasanya kuning telur lebih sering memicu alergi. Bisa terpisah atau dicampur ke dalam buburnya.

* Pukul 14.00

Berikan bubur susu (berbahan buah atau tepung atau biskuit).

* Pukul 17.00

Agar kebutuhan gizinya seimbang, beri lagi bubur saring.

* Pukul 18.00 - tidur malam

Beri ASI/susu formula.

USIA 9-12 BULAN

Menginjak usia 9 bulan dan seterusnya, bayi mulai mampu mencerna makanan semipadat. Latihan mengunyah makanan yang lebih padat sekaligus merangsang pertumbuhan gigi bayi. Makanan semipadat yang dimaksud yaitu nasi tim beserta lauk pauknya.

* Pengenalan nasi tim

Jadwal pemberian nasi tim tidak mesti dipatok. Boleh pagi, siang, atau sore. Namun dalam sehari, bayi harus dilatih makan nasi tim paling tidak dua kali. Untuk pertama kali, berikan sedikit-sedikit. Jangan lupa, biasanya bagian atas nasi tim lebih keras dibandingkan bagian bawahnya. Agar bayi tidak menolak makanan baru ini, aduklah dahulu agar kepadatannya sama.

* Bubur saring, buah, ASI/susu formula tetap diberikan

Selebihnya, tetap berikan bubur saring satu kali, buah dua kali, dan ASI/susu formula 3-4 kali sehari sebanyak 220-250 cc tiap kali minum. Boleh saja sebagai selingan bayi diberi bubur susu dari mangga, jeruk, atau pisang untuk memperkaya pengenalan rasa padanya.

* Pisahkan nasi tim dari lauknya

Perhatikan pula kandungan nasi tim ini. Sebagai patokan, selain beras yang merupakan sumber karbohidrat, nasi tim juga harus dilengkapi sumber protein hewani dan nabati (ikan, hati ayam, ceker ayam, tempe, tahu, telur, daging ayam, daging sapi, dan sebagainya), serta sumber vitamin dan mineral (sayur-sayuran). Sebaiknya lauk pauk dari ikan, telur, ayam, dan sup diolah terpisah untuk nantinya dihidangkan bersama nasi tim. Bila lauk-pauk dan nasi dicampur lalu dihangatkan berulang-ulang, maka kandungan gizinya akan berkurang. Selain itu, lauk dan sayur yang dipisah lebih terjaga kesegarannya.

* Pengenalan bumbu sederhana alami

Di usia ini pun kita bisa mengenalkan bumbu sederhana alami, misalnya ikan ditumis dengan bawang putih dan mentega, sayur sup dimasak dengan bawang merah, bawang putih, dan daun bawang. Garam pun sudah boleh diberikan sedikit. Tak perlu khawatir makanan si kecil kurang asin atau gurih karena anak sebetulnya belum terlalu menuntut rasa.

Idealnya, tepat satu tahun, anak harus sudah bisa makan sesuai menu keluarga. Namun perhatikan kemampuannya. Misal, lauk pauknya dipotong kecil-kecil agar lebih mudah dimasukkan ke mulut, dikunyah, dan ditelan.

STANDAR KEBUTUHAN GIZI BAYI

* Kalori: 100-120 per kilogram berat badan.

Bila berat badan bayi 8 kilogram maka kebutuhannya:

8 x 100 /120 = 800/960 kkal

* Protein: 1,5-2 gram per kilogram berat badan

Bila berat badan bayi 8 kilogram maka kebutuhannya 8 x 1,5/2 = 12/16 : 4 = 3/4 gram

* Karbohidrat: 50-60 persen dari total kebutuhan kalori sehari

Bila kebutuhan kalori sehari 800 kkal, maka 50%-nya = 400 : 4 = 100 gram

* Lemak: 20 persen dari total kalori

Bila kebutuhan kalori sehari 800 kkal, maka 20%-nya = 160 : 40 = 40 gram

PERHATIKAN KEBERSIHAN

Mengingat tubuh bayi rentan terhadap penyakit, maka setiap kali mengolah makanan, lakukan hal-hal berikut:

* Cuci semua bahan makanan seperti buah dan sayur sampai bersih.

* Gunakan peralatan makan dan minum yang steril, yakni dicuci bersih di air mengalir dan direndam di air mendidih atau dimasukkan ke dalam alat steril selama 5 menit.

* Pastikan tangan kita sudah dicuci bersih. Apalagi jika sebelumnya sempat menyentuh bagian-bagian tubuh atau benda-benda lain yang diduga terdapat virus/kuman seperti hidung. Bila tangan kita sempat terluka, tutup dengan plester.

* Gunakan sendok yang berbeda ketika kita ingin mencicipinya. Hal ini untuk menghindari perpindahan virus atau kuman yang mungkin ada di mulut kita ke mulut bayi.

* Cuci peralatan makan bayi setiap kali selesai dipakai. Buang sisa makanannya karena enzim yang berasal dari ludah bayi akan mulai "mencerna" makanan itu, mengubahnya menjadi berair, dan cepat busuk.

Irfan Hasuki. Foto: Ferdi/nakita

Konsultan Ahli:

Pritasari, SKM., M.Sc.,

ahli gizi dari Politeknik Kesehatan Jakarta II.

 

Jadwal Pemberian Makanan Bayi

No Comment - Post a comment

* 6-9 Bulan (Bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur)
ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi)
Bubur→ nasi tim
Pkl. 10.00
Buah segar/Biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang)
Bubur→ nasi tim
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang)
ASI/PASI
Pkl. 16.00
Buah segar/biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam)
Bubur→ nasi tim
Pkl. 21.00
ASI/PASI


* 9-12 Bulan (Bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur)
ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi)
Nasi Tim→ makanan keluarga
Pkl. 10.00
Buah segar/biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang)
Nasi tim→ makanan keluarga
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang)
ASI/PASI
Pkl. 16.00
Buah segar/Biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam)
Nasi tim→ makanan keluarga
Pkl. 21.00
ASI/PASI


> 12 bulan
Pukul 06.00 (bangun tidur)
ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi)
Makanan Keluarga
Pkl. 10.00
Snack
Pkl. 12.00 (makan siang)
Makanan Keluarga
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang)
-
Pkl. 16.00
Snack
Pkl. 18.00 (makan malam)
Makanan Keluarga
Pkl. 21.00
ASI/PASI

 

Aneka Resep Makanan Halus untuk Bayi

No Comment - Post a comment

Aneka Bubur

1. Bubur nasi polos
Nasi yang sudah matang 3 sdm, tambah air secukupnya, rebus hingga menjadi bubur nasi yang halus dan agak kental ( kira-kira 15 menit ). Atau kalau mau cepat rebus hingga mendidih (kira-kira 5 menit ) lalu diblender/disaring. Untuk bubur nasi ini bisa dibuat dalam jumlah besar, kemudian disimpan di tempat plastik kecil dan simpan difreezer. Kalau mau makan dipanaskan dengan microwave atau direndam air panas.

2. Bubur roti polos
Roti tawar 1/2 lembar tanpa ada kulit coklatnya. Cabik kecil-kecil rebus dengan air secukupnya sampai 1/2 lunak. Bila sudah 1/2 lunak, campur susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.

3. Bubur makaroni polos
Rebus makaroni sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.

4. Bubur kentang polos
Rebus 1/3 kentang ukuran sedang sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.

5. Bubur cornflake
Rebus 2 - 3 sdm cornflake sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.

6. Bubur havermuth
Rebus 2 - 3 sdm havermuth sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.

7. Bubur jagung
Serut biji jagung muda rebus sampai lunak dgn air panas, kemudian campur dengan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak ( atau untuk lebih cepat, boleh diblender setelah matang ). Terakhir, saring untuk menghilangkan kulitnya.

8. Bubur beras merah
Bubur instant beras merah campur dengan susu formula 30 cc aduk sampai rata dan halus.

9. Bubur kacang hijau
Bubur instant kacang hijau campur dengan susu formula 30 cc aduk sampai rata dan halus.

Aneka Nasi Tim Saring

1.Nasi Tim Saring Ikan Kakap
Bahan :
20gr beras,
625 cc air,
25 gr ikan kakap,
30gr tahu,
25gr tomat dipotong kecil
25gr daun kangkung iris kasar
1 sdt mentega (mentega unsulted merek anchor)

Cara :
Rebus beras, air, ikan, dan tahu sampai menjadi bubur, masukkan kangkung dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

2.Nasi Tim Saring Brokoli
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25gr daging giling,
25 gr brokoli buang tangkainya,
25gr tomat dipotong kecil
1 butir kuning telur ayam kampung
10gr keju parut

Cara :
Rebus beras, air, dan daging giling sampai menjadi bubur, masukkan brokoli dan, tomat hingga matang. masukkan kuning telur dan keju parut sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

3.Nasi Tim Saring dengan Telur
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25gr tempe,
25 gr daun kangkung,
25gr tomat dipotong kecil
1 kuning telur ayam kampung
1 sdt mentega (unsalted)

Cara :
Rebus beras, air, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan kangkung dan tomat hingga matang. masukkan kuning telur dan mentega sambil diaduk.
Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

4.Nasi Tim Saring dengan Teri
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25gr tempe,
25 gr daun bayam,
25gr tomat dipotong kecil
1 sdm teri bubuk
1 sdt mentega

Cara :
Rebus beras, air, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan bayam, tomat dan teri bubuk hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

catatan : cuci teri medan dalam jumlah sekehendak lalu sangrai sampai kering dan berwarna kecoklatan. Tumbuk halus teri sangrai dan simpan dalam tempat kering tertutup untuk dipakai selanjutnya.

5.Nasi Tim Saring dengan Daging
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr daging giling,
50gr tahu,
50 gr oyong,
25gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega

Cara :
Rebus beras, air, daging giling dan tahu sampai menjadi bubur, masukkan oyong dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

6.Nasi Tim Saring Hati Sapi
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr hati sapi,
25gr tempe,
50gr labu kuning,
25gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega

Cara :
Rebus beras, air, hati sapi dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan labu kuning dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

7.Nasi Tim Saring Ayam Isi Keju
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr daging ayam,
25gr tempe,
25 gr buncis,
25gr tomat dipotong kecil
10 gr keju parut

Cara :
Rebus beras, air, daging ayamdan tempe sampai menjadi bubur, masukkan buncis dan tomat hingga matang. masukkan keju parut sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

8.Nasi Tim Saring Ayam dengan Wortel
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr daging ayam giling,
25gr tempe,
25 gr wortel,
25gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega

Cara :
Rebus beras, air, daging ayam giling dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan wortel dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk.
Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

9.Nasi Tim Saring Ikan Tenggiri
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr ikan tenggiri,
30gr tempe,
50 gr labu siam,
50gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega

Cara :
Rebus beras, air, ikan, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan labu siam
dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk.
Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

Catatan : untuk tim saring ikan ini dengan bahan dan cara yang sama dapat diganti dengan ikan tuna dan ikan salmon untuk variasi.

10.Nasi Tim Saring Hati Ayam
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr hati ayam,
25gr tempe,
25gr tomat dipotong kecil
25gr daun bayam iris kasar
1 sdt mentega

Cara :
Rebus beras, air, hati ayam, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan bayam dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin
haluskan dengan blender atau saringan kawat

Contoh Menu Satu Set (Per Satu Kali Makan)

1. Bubur nasi, wortel, bayam, kaldu ikan : wortel dan bayam diparut campur dgn bubur nasi, direbus lagi dengan kaldu ikan sampai lunak.
Ikan yang dibuang duri dan kulitnya & tahu putih direbus,ditiriskan, dicacah sampai halus, campur kecap asin sedikit.
Apel diparut, atau boleh dicampur yogurt tawar.

2. Bubur kentang, brokoli, wortel,kaldu ikan teri : wortel dan brokoli diparut campur dgn bubur nasi, direbus lagi dengan kaldu ikan teri sampai lunak.
Ikan teri (yang basah & halus) direbus sampai lunak, campur dgn 1/2 kuning telur rebus dan mayoneis ( sedikit ), aduk dgn sendok sampai lunak dan halus.
Labu kuning direbus sampai lunak, dihaluskan dgn sendok.

3. Bubur makaroni, ikan tuna, keju parut : ikan tuna, makaroni, keju parut direbus sampai lunak, beri susu formula 30 cc, rebus lagi hingga lunak dan matang.
Bunga kol dan tomat ( tanpa biji ) direbus, dihaluskan.
Jeruk manis peras

4. Bubur roti, pisang, ubi merah : rebus ubi merah sampai halus dan lunak, masukkan roti dan pisang yang sdh dikerok campur susu formula 30 cc, rebus lagi hingga matang.
Kol,labu,ikan direbus, diparut dan disaring hingga lunak. .
Tomat diambil dagingnya (tanpa kulit dan biji ), dihaluskan

5. Bubur kentang, kuning telur, kaldu ayam : rebus kentang dengan kaldu dari daging ayam yang dada ( tanpa lemak)campur dgn 1/2 kuning telur yang direbus sebelumnya, haluskan.
Dada ayam yang sudah direbus dicacah, dihaluskan .
Wortel dan apel dicampur, dijuice.

6. Bubur makaroni, kacang polong, wortel rebus sampai lunak, kemudian dihaluskan. Ikan dan jamur direbus sampai lunak, dicacah halus. .
Puding susu & jeruk : rebus susu formula dgn air perasan jeruk, masukkan agar-2 bubuk secukupnya. Buat agar-agar yang lembek ( tidak keras spt ukuran org dewasa)

7. Bubur jagung, asparagus : rebus kerokan biji jagung muda dan asparagus dgn air sampai lunak kemudian, bila sudah lunak masukkan air susu formula, sampai agak mengental kemudian dihaluskan.
Salad bayam, tuna : rebus bayam dan ikan tuna sampai lunak, haluskan beri sedikit mayonaisse .
Yogurt tawar & sari buah melon.