Google
 

24.2.08

Membangun Dasar Nutrisi Anak Yang Tepat

09 January 2008

Masa-masa balita adalah masa-masa transisi seorang anak, terutama di usia 1-3 tahun. Di masa inilah kita sebagai orang tua harus membangun dasar nutrisi yang tepat untuk anak kita. Seorang anak tidak akan belajar hidup sehat dengan sendirinya. Kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan kepadanya di usia balita memegang peranan penting untuk membentuk dasar nutrisi yang tepat, supaya ia bisa tumbuh dengan sehat, cerdas dan kuat.

Nutrisi seorang anak terutama akan didapat dari makanan yang ia makan. Karenanya, kita sebagai orang tua harus memperhatikan makanan apa saja yang kita berikan kepada balita kita. Tergantung oleh umur, tinggi dan berat badan serta aktivitas balita masing-masing, di usia ini biasanya mereka membutuhkan 1000 – 1400 kalori per-hari yang bisa didapatkan dari makanan. Kebutuhan kalori ini bisa dipenuhi dengan memberikan nasi, sereal, atau roti sebanyak 85 – 140 gram (tergantung oleh usia dan berat badan anak), sayuran sebanyak 1 – 1,5 takaran, buah-buahan sebanyak 1- 1,5 takaran, susu sebanyak 2-3 gelas sehari dan daging/ikan/ayam/kacang-kacangan sebanyak 60 – 115 gram sehari (tergantung oleh usia dan berat badan anak).

Balita membutuhkan setidaknya 500 miligram kalsium per-hari. Mereka bisa mendapatkannya dari 2-3 gelas susu setiap harinya. Susu menyediakan kalsium dan vitamin D yang penting untuk membentuk tulang yang kuat. Selain kalsium, balita juga membutuhkan setidaknya 7 miligram zat besi per-hari. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan masalah perilaku dan kesulitan belajar. Dan pada akhirnya dapat menyebabkan anemia atau kekurangan zat darah merah. Zat besi bisa didapatkan dari daging, ayam, ikan dan tahu. Selain itu, meningkatkan asupan vitamin C di dalam makanan juga dapat membantu, karena vitamin C membantu penyerapan zat besi dari makanan. Tomat, brokoli, jeruk dan strawberry adalah beberapa jenis makanan yang kaya vitamin C.

Selain itu, untuk membangun dasar nutrisi yang tepat, memulai kebiasaan makan yang sehat juga dapat membantu. Caranya cukup mudah, pertama dengan makan bersama secara teratur, menyediakan makanan sehat dan camilan sehat yang bervariasi, menjadi contoh hidup sehat mulai dari diri sendiri, jangan menghukum atau membujuk anak dengan makanan, dan ajaklah anak Anda terlibat dalam menentukan menu makanan. Dengan begitu, Anda bisa mengajarnyatentang nutrisi dan hidup sehat – sehingga ia akan tumbuh menjadi dewasa dengan kebiasaan yang baik yang sudah ditumbuhkan sejak dini.

22.2.08

Menu Bayi 9 -12 Bulan

TIM IKAN ISI WORTEL

Bahan:
50 gr fillet ikan kakap, haluskan
50 gr wortel, parut kasar
100 gr labu kuning, parut kasar
100 gr kentang, parut kasar
1 butir telur
25 gr keju parut
50 cc kaldu sayuran (secukupnya)

Cara Membuat:
1. Campur semua bahan, kecuali keju, lalu aduk hingga rata.
2. Bagi dua dan taruh dalam mangkuk tahan panas yang telah diolesi margarin, taburi keju, dan tutup dengan kertas aluminium.
3. Taruh di wadah tahan panas yang lebih besar dan isi dengan sedikit air. Panggang di oven hingga matang.

Catatan:
Tim ini dapat juga dimasak dengan cara: taruh campuran bahan di panci kecil, kemudian masak di atas panci yang lebih besar yang berisi air.

Untuk: 2 porsi

TIM TEMPE BROKOLI

Bahan:
40 gr beras
40 gr tempe, rebus, haluskan
50 brokoli, cacah halus
20 gr teri nasi tawar, sangrai, haluskan
500 cc kaldu ayam
1/4 sdt garam
2 sdt minyak

Cara Membuat:
1. Masak beras dalam 250 cc kaldu hingga setengah matang. Angkat. Tambahkan bahan lain dan sisa kaldu, kecuali brokoli, aduk rata.
2. Taruh di mangkuk tahan panas dan tim (rebus dalam panci yang lebih besar yang berisi air).
3. Sejenak sebelum diangkat, tambahkan potongan brokoli. Teruskan mengetim hingga matang. Sajikan selagi hangat.

Untuk: 2 porsi

PUDING ROTI MENTEGA

Bahan:
2 lembar roti tawar putih
2 sdm mentega
6 sdm susu formula 2, seduh dalam 300 cc air hangat
2 butir telur
1 sdm gula castor
1/4 sdt vanili bubuk

Cara Membuat:
1. Olesi roti dengan mentega hingga rata. Potong dadu.Taruh dalam wadah tahan panas yang telah diolesi margarin.
2. Kocok telur dan gula castor hingga memutih, tambahkan susu, aduk terus, lalu tambahkan vanili. Tuang ke dalam roti, taruh di atas wadah tahan panas yang lebih besar dan isi dengan air. Panggang di oven hingga matang.

Untuk: 2 porsi

MPASI 6-8 Bulan

6 bulan – MAKANAN PADAT PERTAMA
Yang diberikan:
· ASI/ASI perahan PLUS
· SEREALIA: beras putih, beras merah, havermuth, kentang, kacang hijau
· SAYURAN: labu parang, ubi jalar, kentang, kacang hijau, labu, zucchini
· BUAH: pisang, alpukat, apel, pir

Tipe:
1 jenis makanan sebagai awalan.
Semi cair (dihaluskan atau dibuat puree)
Dimasak (kecuali buah tertentu, spt alpukat, dan pisang)

Frekuensi:
Pada minggu2 pertama sebaiknya diberikan satu kali sehari
Makan besar: 1-2 kali per hari
Cemilan: 1 kali per hari
ASI: kapan saja bila diminta atau formula umumnyasetiap 3-4 jam

Porsi:
Makanan: 1-2 ujung sendok teh pada awalnya,
bertahap tingkatkan sesuai bertambahnya usia dan minat bayi.

Keterangan:
- Untukmengetahui bayi alergi terhadap sesuatu makanan tertentu hal yang dilakukan adalah pengenalan satu jenis makanan dalam 3-4 hari..
- Bila satu hari saja sudah terjadi alergi misal sampai bentol2 hentikan kemudian ganti jenis makanan lain.
- Apabila pada awal pengenalan makanan padat pertama ini faeses bayi menjadi lebih keras dan bayi agak mengejan ketika BAB ini adalah hal yang wajar, karena pencernaan bayi sedang beradaptasi dengan asupan baru selain ASI
- Sebaiknya menyimpan rice cereal jangan terlalu lama. Paling lama adalah 2 minggu. Jadi sebaiknya sekali bikin jangan terlalu banyak.


Contoh menu
BUBUR SUSU (ASI) BERAS MERAH
cara membuatnya:
segenggam beras merah dicuci bersih lalu disangrai kemudian diblender halus. (kira2 aja yah ukurannya)
stelah jadi tepung.. tiap makan dd Ija diambilkan 11/2 sendok makan tepung beras merah beri sedikit air..jerang dengan api kecil.
stelah hangat2 kuku baru deh diencerkan dengan ASI..
Awalnya encer tambah hari ditambah kekentalannya..


BUBUR SUSU (ASI) KACANG IJO
cara membuatnya:
segenggam bkacang ijo dicuci bersih lalu disangrai kemudian diblender halus. (kira2 aja yah ukurannya)
stelah jadi tepung.. tiap makan dd Ija diambilkan 11/2 sendok makan tepung kacang ijo beri sedikit air..jerang dengan api kecil.
stelah hangat2 kuku baru deh diencerkan dengan ASI..

PUREE KENTANG ASI
kukus kentang ukuran sedang.
setelah matang hancurkan kemudian saring dengan saringan kawat.
encerkan dengan ASI...

BUBUR HAVERMUTH
haluskan havermuth dengan blender.
setelah menjadi tepung ambil 1-1/2 sendok makan havermut
beri sedikit air..jerang dengan api kecil.
stelah hangat2 kuku baru deh diencerkan dengan ASI..


SAUS APEL/PIR
Bahan:
1 buah apel manis (jangan yang hijau) atau 1 buah pir
Air secukupnya

Cara Memasak:
Kupas apel, buang bijinya lalu potong dadu.
Rebus dengan air (air sampai sedikit menggenangi apel) sampai apel empuk.
Tiriskan apel, jangan buang airnya.
Haluskan apel, gunakan sisa air rebusan untuk mengencerkan apel.

*ASI bisa diganti susu formula


7-8 bulan – MAKANAN SEMI PADAT

Yang diberikan:
· ASI/ASI perahan PLUS
· SEREALIA: lanjutkan pemberian beras merah, beras putih dan havermut. Perkenalkan maizena atau jagung
· SAYURAN: asparagus, wortel, bayam, brokoli, sawi,kembang kol, bit, lobak, kol
· BUAH: mangga, pir, peach, blewah, timun suri, jambu biji
· Biskuit bayi.
· DAGING & MAKANAN YG MENGANDUNG PROTEIN: ayam, sapi, hati ayam, tahu, tempe
· Pada akhir bulan kedelapan bisa dikenalkan produk olahan susu seperti keju chedar atau youghurt khusus bayi

Tipe:
1-2 macam makanan
Semi padat (haluskan dgn saringan kawat, puree)
Soft finger food (8 bln+)
Dimasak (kecuali buah tertentu, spt alpukat,semangka dan pisang)

Frekuensi:
Makan besar: 2 kali per hari
Cemilan: 1 kali per hari
ASI: kapan saja bila diminta atau formula umumnya setiap 3-4 jam
Porsi:
3 sampai 9 sendok makan cereal, untuk 2 sampai 3 kali pemberian makan
1 sendok teh buah, bertahap tingkatkan menjadi 1/4 sampai 1/2 cangkir untuk 2 sampai 3 kali pemberian makan
1 sendok teh sayuran, perlahan ditingkatkan menjadi
1/4 sampai 1/2 cangkir untuk 2 sampai 3 kali pemberian makan.
1 sendok teh makanan sumber protein, perlahan tingkatkan menjadi 2 sm untuk 2 kali pemberian makan

Keterangan:.
- Beberapa ahli gizi merekomendasikan agar sayuran diperkenalkan sebelum buah, karena buah yang rasanya manis akan membuat sayuran yang rasanya kurang manis menjadi tidak menarik untuk bayi.
- Mulailah dengan sayuran yang rasanya hambar seperti kentang, kacang hijau, labu, zucchini, baru kemudian perkenalkan buah seperti pisang, alpukat, apel, pir, blewah, timun suri.
- Berikan makanan tanpa tambahan gula atau garam. Bayi tidak membutuhkan tambahan gula atau garam. Menambahkan bahan-bahan tersebut tidak akan memperbaiki nilai nutrisi dari makanannya .Pemberian garam (yang mengandum sodium) terlalu dini kepada bayi bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal. Selain itu kebisaan makan banyak mengandung garap bisa menyebabkan hipertensi
- Penyajian makanan sebaiknya terpisah antara cerealia, sayur, dan lauk.. supaya anak tidak eneg dengan makanan yang dicampur baur dan anak/bayi bisa lebih mengenal rasa asli makanan

Contoh menu
Sebagai awalan kenalkan satu persatu jenis makanan baik sayur maupun protein.
Idealnya dengan cara dikukus supaya kandungan gizinya tidak banyak yg ilang.
Jadi satu jenis lauk atau sayur dikukus kemudian diblender atau disaring (sebaiknya sih disaring saja supaya tidak terlalu halus sehingga sekaligus melatih anak untuk menggerakan rahangnya sekaligus merangsang otot wicaranya.

NASI TIM SARING POLOS
Bahan:
Beras putih atau merah segenggam
Air atau air kaldu secukupnya
Cara Memasak
Cuci berras sampai bersih
Beri air /kaldu secukupnya
Di-tim sampai matang
(bisa dimakan dengan sayur plus lauk pauknya)

BUBUR UBI JALAR
Bahan:
ubi jalar ukuran sedang
Kaldu ayam/sapi secukupnya
Cara Memasak:
Cuci bersih ubi jalar kukus sampai matang, kupas dan haluskan.
Campur dengan kaldu ayam/sapi, kekentalan sesuai kebutuhan.

BUBUR JAGUNG MANIS
Bahan:
1 buah jagung manis
air kaldu secukupnya
Cara memasak
Parut jagung manis kemudian rebus dengan air kaldu secukupnya
(bisa dimakan dengan puree wortel)

BUBUR LABU KUNING
Bahan:
1/4 labu kuning ukuran sedang, kupas, potong-potong
Kaldu ayam/sapi secukupnya

Cara Memasak:
Cuci bersih labu kukus sampai matang, haluskan.
Campur dengan kaldu ayam/sapi, kekentalan sesuai kebutuhan.

PURE Brokoli bisa juga kembang kol
Bahan:
Ambil beberapa kuntum brokoli bisa juga kembang kol
Air matang secukupnya
Cara Membuat:
Kukus sampai lunak lalu haluskan. Tambahkan air kaldu secukupnya.

PURE WORTEL
Bahan:
2 buah wortel ukuran sedang, kupas
Air matang secukupnya
Cara Memasak:
Kukus wortel sampai lunak lalu haluskan dengan diparut misalnya. Tambahkan air secukupnya.

Lama2 sayur2annya dicampur dengan sayuran lain ataupun dengan tahu/ temp spt

SAYUR BENING BAYAM OYONG
Bahan:
1/4 oyong
segenggam daunbayam
1/4 siung bawang merah
sdikit kunci dimemarkan
air secukupnya
Cara memasak
Rebus air dengan irisan bawang merah dan kunci sampai mendidih
Masukkan daun oyong. Tunggu sampe lunak kmudian masukkan daun bayam.. setelah mendidih diangkat
Untuk awalan bisa disaring setelah sayur matang atau setelah bebrapa waktu tidak perlu disaring melainkan bayam dan oyong dicincang halus sebelum direbus

BROKOLI TAHU PUTIH
Bahan
Brokoli beberapa kuntum
tofu atau bisa juga tahu putih ukuran sedang
1/4 siung bawang putih
kaldu sapi/ayam
sdikit keju parut
Cara memasak
Kukus brokoli dan tahu putih, saring atau bisa juga dicincang halus
Siram dengan kuah kaldu yang sudah diberi bumbu bawang putih

SAWI KEMBANG KOL
Bahan
Kembang kolbeberapa kuntum
2 lembar sawi (atau bs juga pok coy)
1/4 siung bawang putih
kaldu sapi/ayam
sdikit keju parut
Cara memasak
Kukus kembang kol dan sawi, saring atau dicincang halus
Siram dengan kuah kaldu yang sudah diberi bumbu bawang putih


SAYUR CAMPUR
Bahan:
1 buah wortel, kupas, potong-potong
1 buah kentang, kupas, potong-potong
2 sdm kacang polong (bisa diganti sayuran hijau lainnya, misalnya brokoli, zuchini, seledri, dll)
Kaldu ayam/daging secukupnya (hanya air rebusan ayam/daging, tanpa garam maupun bumbu penyedap lainnya)
Cara Memasak:
Rebus/kukus semua bahan sampai matang lalu haluskan.
Beri kaldu ayam/daging secukupnya.
Bubuhi keju parut sedikit saja.. (di akhir bulan kedelapan)

PEPES TAHU/TEMPE
Bahan
2 buah tahu atau 1 buah tempe ukuran sedang -- haluskan
1 siung bawang putih haluskan
daun pisang
Cara memasak
Tahu/ tempe yang sudah dihaluskan campur dengan bawang putih
Bungkus dengan daun pisang
Kukus hingga matang

KONSEP PEMBERIAN MAKAN PADA BAYI

1. TRAINING
Makan pada anak bukan sekedar memberikan kalori dan nutrisi tetapi juga
merupakan proses berlatih dan mengenal dunia. Berlatih menelan, berlatih
mengenal rasa.
Usahakan anak makaan tidak digendong2 sambil pengasuhnya berjalan jalan.
Latih makan di tempat makan sehingga dia akan mengerti bila saatnya makan
tiba, dia harus duduk/didudukkan.
Jangan biasakan makan sambil menonton TV

2. ENTERTAINING
Seyogyanya makan merupakan moment yang menyenangkan oleh karena itu - jangan
ada unsur pemaksaan (dicekok).
Kalau anak sudah bisa duduk tegak dengan dibantu ditopang, dudukkan di
kursi bayi (high chair) setiap malam untuk menikmatai suasanan makan malam
bersama orang tuanya. Bukan untuk benar2 makan tetapi tetap berikan piring
dan sendok. Sehingga kalau dia besar nanti dia akan senantiasa merindukan
suasana kebersamaan pada saat makan malam
Masak makanan jangan sekaligus, di tempat terpisah. Demikian juga piringnya
berkotak2 agar ada tempat khusus untuk karbohidrat-protein, untuk sayur, dan
untuk kuah

3. VARIETY
Makanan harus bervariasi.
Biasakan membuat menu harian untuk satu minggu.
Yang harus diperhatikan - komposisi makanan itu harus 4 sehat lima
sempurna - jenisnya bervariasi selama memenuhi komposisi tersebut.

4. HEALTHY
Makanan yang mengandung semua komposisi yang dibutuhkan bayi (karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, mineral).
Upayakan makanan buatan sendiri sehingga senantiasa segar tanpa pengawet dan
tanpa pemberi rasa artificial/kimiawi.
Pada saat memberikan sayur, jangan dicampur dengan makanan lainny sehingga
anak sejak dini sudah mengenal rasa sayur. Sayur ada;ah makanan sehat dan
bajnyak anak Indonesia tidak suka makan sayur. Hal ini sangat disayangkan.
Oleh karena itu penting memperkenalkan sayur sejak dini.
Hindarkan pemakaian garam kalau bisa sampai usia 1 tahun. Bayi juga jangan
dibiasakan makan makanan yang manis/gula.
Usia 4 - 6 bulan makanan lembut tetaapi sesudah itu berangsur angsur menjadi
kasar.
Usia 1 tahun sudah dapat mengkonsumsi makanan kita.
Jangan berikan snack karena dapart mengurangi nafsu makan saat makan besar.
Kalaupun akan memberikan snack - berikan yang sehat (buah, sayur mis timun,
labu siam kukus, wortel)
Setiap memperkenalkan makanan baru, satu saja jangan diberikan lebih dari
satu makanan baru dalam 1 hari. Kalau bayi mengalami reaksi alergi kita bisa
mengetahui dengan pasti terhadap apa dia alergi.

5. JADWAL
Makan 3 kali sehari, pagi - siang - malam/sore
Pagi makanan setengah berat (bubur susu, oat meal, roti, biskuit)
Siang buah padat dicampur susu (alpukat, apel kukus, pear kukus, labu
kuning/pumpkin kukus)
Sore - makan berat. Kentang kukus dengan susu dan parutan keju (mashed
potato), ubi kukus dihaluskan tambah susu, jagung sisir kukus tambah susu
dan keju, nasi (tim)
Selingan satu kali (pagi atau sesudah makan siang) air buah

6. JENIS MAKANAN BERDASARKAN KOMPOSISI MAKANAN SEHAT
KARBOHIDRAT
4 bulan: tepung beras, tepung maizena, biskuit,
5 bulan: kentang, ubi merah, jagung, makaroni, roti, oat meal
6 bulan: nasi (bubur atau tim)
Cara masak:
tepung dimasak dengan air sampai matang baaru masukkan susu (formula atau
ASI)
Kentang, ubi, jagung manis disisir, dikukus. Haluskan, campurkan susu,
tambahkan parutan keju
Roti tambaah susu, blender
Oat meal dimasak dengan air sampai lembut. Matikan api masukkan susu

PROTEIN - LEMAK
4 BULAN: Susu, yoghurt, kuning telur (ambil setelah telur direbus), keju
parut
5 BULAN: kacang merah, kacang hijau, tempe, tahu
6 BULAN: ayam cincang (tanpa kulit), daging cincang (pilih daging tanpa
lemak, cincang sendiri), ati
9 BULAN: ikan
Cara masak:
Yoghurt dimakan dengan buah
Ayam/daging dan tahu tempe dimasak bersama makaroni atau dikukus, campurkan
dengan kentang, jagung
Setelah 5 bulan, makan disertai sup. Buat sup bening biasa (ayam/daging),
sup krim jagung, sup kacang merah/hijau, blender, campur susu.

VITAMIN - MINERAL
BUAH: pisang, jeruk, pepaya, pear, apel, melon, semangka, mangga, alpukat
SAYUR:
4 Bulan: kacang polong,
5 Bulan: wortel, brokoli, bayam, labu siam
6 Bulan: kangkung, buncis, kembang kol, sawi hijau
Cara masak:
Pear, apel, dikukus
Sayur dikukus, dihancurkan, atau di blender

7. MAKANAN PADA KONDISI KHUSUS
Diare: makanan tanpa sayur (tanpa serat) 2-3 hari
Muntah: makanan volume lebih sedikit tetapi lebih sering. Kalau perlu susu
diencerkan sedikit (supaya tidak mual)
Panas dan pasien tak mau minum atau seriawan: susu agak diencerkan, air
buah, jus buah agak kental buat sebagai es batu.
Kalau di atas 6 bulan, bubur kacang hijau dengan susu, blender, buat es.
Fruit milk shake - buah dengan es krim vanilla dan susu, diblender (kalori
besar, sama dengan satu mangkok nasi). Puding dingin dengan susu dan telur
kuning.

CONTOH MENU

4 bulan: tepung beras, alpukat, biskuit
bubur tepung susu ini bisa diberi rasda dengan menambahkan buah atau keju
parut
labu kuning, apel, tepung maizena, dst, dst
5 bulan: oat meal, buah, kentang dst dst
6 bulan: kentang, buah, nasi tim (sayur jangan dicampur)
ubi, buah, makaroni dst dst

Bila anak peaky eater

Jangan biarkan bila anak maunya makan makanan itu-itu saja. Itu namanya anak mengalami peaky eater. Ada dampak buruknya. Jenis makanan itu-itu saja membuat anak tak mendapat aneka zat gizi yang dibutuhkannya.

Bila makan dengan lauk semur ayam dan telur dadar, Vanya (1,5 th) lahap bukan main. Vania sampai senang, hampir tiap harus menyediakannya. Tubuh Vanya montok karena senang makan. “Kalau saya sediakan lauk pauk lain, entah itu daging, ikan, sayur bayam, Vanya nggak suka. Makanannya suka dilepeh-lepehkan. Jadi ya sudah saya bikin semur aja terus dan telur dadar, toh itu juga bergizi ya.” Tapi, yang diherankan Vania, sejak mulai mendapat makanan padat sampai sekarang, Vanya tetap maunya makanan itu-itu saja. “Mulai deh saya merasa repot. Terutama kalau ngajak Vanya bepergian, belum tentu kan ketemu semur ayam atau telur dadar. Akhirnya kalau pergi cuma minum susu atau camilan saja. Ternyata repot deh kalau anak maunya makan itu-itu saja,” lanjut Vania.

Tak hanya repot lho, tapi juga dapat berdampak bunk bagi kesehatan dan selera anak. Apalagi tahun-tahun pertama ini merupakan fondasi anak membentuk selera terhadap makanan. Bila seleranya hanya itu-itu saja, bisa terus menetap atau menyulitkannya beradaptasi dengan makanan baru.

Mengapa Peaky Eater

Anak akan disebut peaky eater bila ia hanya mau makan itu-itu saja. Makanan baru atau variasi makanan sulit diterimanya. Children Nutritional Research Center, Texas, menyebut anak yang mengonsumsi satu jenis makanan saja dalam waktu yang lama atau peaky eating-nya menetap, juga disebut food jag.

Biasanya, menurut peneliti di lembaga tersebut, hal ini terjadi aldbat pemberian makan yang salah. Pada usia-usia pertama mendapat makanan padat, anak sebenamya sedang mengembangkan seleranya akan berbagai rasa. Diberi apapun anak akan menerima dan mencobanya. Adakalanya orangtua seperti Vania yang melihat anak begitu lahap makan berlauk pauk semur dan telur dadar, salah memahami hal ini. Apalagi ketika memberi lauk pauk lain si kecil tak selahap ketika makan semur dan telur dadar, dianggapnya ia cocok dengan lauk itu saja. Sampai, ia terjebak memberinya lagi, memberinya lagi, tahu-tahu si kecil ‘fanatik’ dengan jenis makanan itu-itu saja.

Artinya, pemberian makanan itu sangat besar artinya. Sebab, bila anak sudah terjebak pada makanan yang itu-itu saja, anak makan kehilangan beberapa zat gizi yang dibutuhkan untuk memenuhi masa tumbuhkembangnya. Semua orang apalagi anak-anak membutuhkan tuhkan makanan yang dapat memenuhi kebutuhannya. Makanan bervariasi lah yang hams diterimanya. Dari mulai sayur-sayuran, daging, susu, hingga buah-buahan, harus seimbang. Bila Anda terus biarkan, bisa menjurus ke malnutrisi atau kurang gizi. Sebab yang didapatnya hanya satu dua macam gizi saja, zat-zat zat gizi lainnya?

Yang berperan dalam memerangkap selera si kecil menjadi peaky eating adalah cara Anda memberinya makanan. Selain Anda, adalah orang yang sehari-hari mengasuh anak. Bisa nenek kakeknya, tante omnya, atau pengasuhnya.

Ini sesuai dengan yang diungkap dalam suplemen di Journal of the American Dietic Association, Amerika. Menurutnya, beberapa-temuan dan referensi menunjukkan besarnya pengaruh orang yang mengasuh anak sehari-hari, terutama pengasuhnya. Jika orangtua dan pengaruh biasa makan . kentang goreng (di Indonesia mie instant), atau pengasuh suka jajan bakso, siomay, minum sirup, dsb, maka pelan-pelan selera anak pun akan mengikuti pengasuhnya.

Tak jarang pengasuh membuatkan makanan yang itu-itu raja. Karena dipikirnya si kecil doyan, kenapa harus berubah? Bagaimana pun memberi makanan baru atau berbeda-beda pasti perlu upaya lebih keras. Tapi, apakah Anda harus ‘kalah’ dari pengasuhnya, dan membiarkan si kecil jadi malnutrisi? Mulai sekarang, selain bikinkan menu, juga intiplah apa yang dimasak pengasuh. Siapa tahu berbeda dari pesanan Anda.

Sulit Menerima Perubahan

Anak-anak batita adalah anak-anak yang sulit menenma perubahan. Karena itu kemungkinan menjadi peaky eater sangat bisa terjadi. Namun ada beberapa pakar yang menyebut bahwa, pada suatu saat perut anak akan berubah dan ia akan mencoba-coba makanan baru.

Namun penelitian Children Research Center tidak menghasilkan demikian. Justru karena anak sulit menerima perubahan sehingga selera dan perutnya tak mudah bergeser. Membutuhkan waktu lama bila anak sudah menjadi peaky eating.

Yang paling berpengaruh adalah, jangan biarkan anak mengonsumsi makanan itu-itu saja. Berikan makanan yang bervariasi, ganti-ganti menu setiap hari, itulah bekalnya dalam memahami dan menerima perubahan.

Menormalkan Selera Makan si Kecil

Sudah terlanjur jadi peaky eater? Bukan berarti terus Anda biarkan. Ada cara menormalkannya kok:

• Gantilah Menu-nya tapi siap-siaplah menerima penolakannya. Mula-mula pasti anak akan menolaknya, Anda harus sabar dan menerimanya. Tetaplah bujuk-rayu ia. Tapi hindarkan memaksa ya.

• Bila anak tetap menolak, berikan menu lamanya tapi tambahkan dengan variasi lain. Misal semur ayam ditambah wortel dan buncis. Atau telur dadar dengan irisan bayam. Atau semur ayam dengan oseng-oseng sayuran.

• Perlahan-lahan sisihkan menu lamanya ganti dengan yang baru. Agar anak menerima suapi anak dengan memberinya aneka mainan. Mainan dapat menyibukkannya sehingga tak memperdulikan makanannya. Tinggal disodorkan sambil bilang “aa..”

• Berikan anak makanan yang bervariasi, baik yang baru maupun yang telah dikenal anak.

• Hindarkan memaksa anak menghabiskan makanannya. Baik dengan katakata, maupun ancaman psikologis berupa menunjukkan pemukul misalnya.

Sumber: Tabloid Ibu & Anak